Berjalan dengan kemuliaan Tuhan

07 Mei 2016Posted by Pdt. Ny. Novita Rismayanti - Pessireron, S.Th

 



Ketika pertama kali tiba di gurun kura-kura ingin kabur karena suasana gurun yang mencekam tetapi raja mulia menghiburnya, alhasil, kura-kura pun bertahan setelah sekitar setahun berurusan dengan singa padang gurun yang suka marah-marah tidak jelas, kura-kura tidak takut lagi kepada singa tersebut tetapi, mulai merasa lelah menghadapinya.

Kura-kura : “Oh raja mulia, keluarkan aku dari tempat ini. Hatiku Cuma ada satu…bukan untuk disakiti terus…kalau dia sakiti lagi, aku bisa gila, engkau tau betapa mudahnya dia marah karena hal-hal sepele, lalu setelah itu dia meminta maaf dan berlagak seolah-oleh tak terjadi apa-apa. Setelah dimaafkan dia mengulanginya lagi, lagi, lagi dan lagi….bahkan, dia tidak mau menerima nasihat orang lain, lah kapan sadarnya? Aku capek….aku tak sanggup menghadapinya lagi. Tolong jauhkan aku darinya, keluarkan aku dari sini. Kau pasti bisa buka jalan meskipun kelihatannya tidak ada jalan.”

Raja mulia menjawab dengan penuh kasih “Sabar….tunggulah sebentar lagi…Aku akan segera mengeluarkanmu. Kura-kura : “Kapan itu akan terjadi? jiwa ini terlalu tertekan, aku capek mendengarnya. Raja Mulia : “Sabar…jangan lagi mendengarkan kata-katanya…jangan pikirkan dia lagi. Lihat saja AKU, jangan biarkan dia merusak suasana hatimu sukacitamu tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi yang ada. PERCAYALAH AKU AKAN SEGERA MEMINDAHKANMU KE TEMPAT YANG LEBIH BAIK.

Refleksi

Orang percaya tidak focus pada segala situasi dan kondisi yang ada, tetapi hanya percaya kepada Tuhan karena kemuliaanNya yang selalu bersama kita dan membuat kita mampu ada dalam segala situasi.

Back